Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan

JURNAL : SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DI STMIK WUP

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA
MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DI STMIK WUP

Oleh Endang Setyawati M.Kom & DesiTriyani,
ErfanR, A. Imannursani
Abstrak
Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Hak setiap warga
negara tersebut telah dicantumkan dalam Pasal 31 (1) Undang-Undang Dasar 1945.
bagi setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya
pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya,
dan berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi. Sistem penunjang
keputusan merupakan suatu seperangkat sistem yang mampu memecahkan masalah
secara efisien dan efektif, yang bertujuan untuk membantu pengambilan keputusan
memilih berbagai alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi
yang diperoleh atau tersedia dengan menggunakan model pengambilan keputusan.
Sedangkan TOPSIS (Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution).
Pengujian dilakukan dengan cara uji produk dan uji manfaat, pengujian dengan
uji produk yang di ukur yaitu kinerja perhitungan jumlah total dengan menggunakan
metode topsis untuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan.
Abstract
Every citizen has the right to get instruction. The right of every citizen has been
included in Article 31(1) of the constitution of 1945. For every studentat every
educational unit untitled to the cost of education for those whose parent are not able to
finance their education, and are entitled to scholarship for high achievers. Decision
support system is a set of systems that are able to solve problems efficiently and
effectively, which aims to help decision-making decision to chose alternatives that are the
result of processing the information obtain or provided by using or model of decisionmaking.
While the TOPSIS (Technique for Others Reference by Similarity to Ideal
Solution). Test carried out by means of test products in the measure of performance
calculated using the total number topsis method to assist the leadership in making
decisions.
Test carried out by means of test products or test benefits, test by test products in
charging sensor measuring the performance of the bath using a timer for the dorm. Tests
performed after filling the tub sensor uses a timer to the dorm
13
A. Pendahuluan
Tiap-tiap warga negara berhak
mendapatkan pengajaran. Hak setiap
warga negara tersebut telah dicantumkan
dalam Pasal 31 (1) Undang-Undang Dasar
1945. Berdasarkan pasal tersebut, maka
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib
memberikan layanan dan kemudahan,
serta menjamin terselenggaranya
pendidikan yang bermutu bagi setiap
warga negara tanpa diskriminasi, dan
masyarakat berkewajiban memberikan
dukungan sumber daya dalam
penyelenggaraan pendidikan. Untuk
menyelenggarakan pendidikan yang
bermutu diperlukan biaya yang cukup
besar. Oleh karena itu bagi setiap peserta
didik pada setiap satuan pendidikan
berhak mendapatkan biaya pendidikan
bagi mereka yang orang tuanya tidak
mampu membiayai pendidikannya, dan
berhak mendapatkan beasiswa bagi
mereka yang berprestasi.
Sistem penunjang keputusan merupakan
suatu seperangkat sistem yang mampu
memecahkan masalah secara efisien dan
efektif, yang bertujuan untuk membantu
pengambilan keputusan memilih berbagai
alternatif keputusan yang merupakan hasil
pengolahan informasi yang diperoleh atau
tersedia dengan menggunakan model
pengambilan keputusan. Sedangkan
TOPSIS (Technique For Others Reference
by Similarity to Ideal Solution) adalah
adalah salah satu metode pengambilan
keputusan multikriteria yang pertama kali
diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang
(1981). TOPSIS menggunakan prinsip
bahwa alternatif yang terpilih harus
mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal
positif dan terjauh dari solusi ideal negatif
dari sudut pandang geometris dengan
menggunakan jarak Euclidean untuk
menentukan kedekatan relatif dari suatu
alternatif dengan solusi optimal.
B. Masalah
Apakah Software Sistem Pendukung
keputusan penerimaan beasiswa
menggunakan metode TOPSIS untuk
mempermudah pengambilan keputusan di
Stmik Widya Utama Purwokerto dapat
dibangun dan dapat di uji kinerjanya?.
C. Tujuan Penelitian
Dengan adanya Software Sistem
Pendukung keputusan penerimaan
beasiswa menggunakan metode TOPSIS
untuk mempermudah pengambilan
keputusan di Stmik Widya Utama .
Purwokerto dapat menentukan mahasiswa
yang berhak menerima beasiswa.
D. Manfaat Penelitian
14
Dengan diterapkannya Software Sistem
Pendukung keputusan penerimaan
beasiswa menggunakan metode TOPSIS
untuk mempermudah pengambilan
keputusan di Stmik Widya Utama akan
membantu ketua Stmik Widya Utama
Purwokerto dan Bagian Puket 3 untuk
pemilihan mahasiswa yang layak
menerima beasiswa.
Penelitian ini merupakan sarana untuk
menerapkan, mengembangkan,
mengimplementasikan, dan mempraktikan
teori rancang bangun dan ilmu
pengetahuan yang didapat selama kuliah
di stmik widya utama purwokerto.
E. Tinjauan Pustaka
Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Bab V pasal 12
(1.c), menyebutkan bahwa setiap
peserta didik pada setiap satuan
pendidikan berhak mendapatkan beasiswa
bagi yang berprestasi yang orang
tuanya kurang mampu membiayai
pendidikannya. Pasal 12 (1.d),
menyebutkan bahwa setiap peserta didik
pada setiap satuan pendidikan
berhak mendapatkan biaya pendidikan
bagi mereka yang orang tuanya kurang
mampu membiayai pendidikannya.
Sistem penunjang keputusan
berawal pada akhir tahun 1960-an dengan
adanya pengguna computer secara
time-sharing (berdasarkan pembagian
waktu). Pada mulanya seseorang
dapat dapat berinteraksi langsung dengan
komputer tanpa harus melalui
spesialis informasi.Time-sharing
membuka peluang baru dalam
penggunaan computer. Tidak sampai
tahun 1971, ditemukan istilah DSS
(Decission Support System atau Sistem
Pendukung Keputusan), G Anthony
Gorry dan Michael S. Scot Morton yang
keduanya professor MIT, bersama –sama
menulis artikel dalam jurnal yang berjudul
“ A ramework for Management
Information System” mereka merasakan
perlunya ada kerangka untuk
menyalurkan aplikasi komputer terhadap
pembuatan keputusan manajemen.
Arti system penunjang keputusan yaitu
sebuah system yang memberikan
dukungan kepada seorang manajer, atau
kepala sekelompok manajer yang
relative kecil yang bekerja sebagai tim
pemecah masalah, dalam
memcahkan masalah semi terstruktur
dengan memberikan informasi atau
saran mengenai keputusan tertentu.
Informasi tersebut diberikan oleh
laporan berkala, laporan khusus, maupun
output dari model matematis.Model
tersebut juga mempunyai kemampuan
15
untuk membarikan aran dalam tingkat
yang bervariasi (Anonim, 2010).
TOPSIS (Technique For Others
Reference by Similarity to Ideal Solution)
adalah salah satu metode
pengambilan keputusan multikriteria.
TOPSIS menggunakan prinsip
bahwa alternatif yang terpilih harus
mempunyai jarak terdekat dari solusi
ideal positif dan terjauh dari solusi ideal
negatif dari sudut pandang geometris
dengan menggunakan jarak Euclidean
untuk menentukan kedekatan relatif dari
suatu alternatif dengan solusi optimal.
Software yang digunakan dalam
pembuatan Software Sistem Pendukung
keputusan penerimaan beasiswa
menggunakan metode TOPSIS untuk
mempermudah pengambilan
keputusan di Stmik Widya Utama
Purwokerto adalah Microsoft visual
basic 6.0 merupakan salah satu
Development Tools yaitu alat bantu
untuk membuat berbagai macam program
komputer, khususnya yang
menggunakan system windows, Microsoft
Visual Basic 6.0 adalah suatu bahasa
pemrograman yang memungkinkan para
programmer untuk membuat sebuah
aplikasi yang berbasis windows dengan
sangat mudah. Salah satu yang membuat
visual basic banyak digunakan adalah
karena adanya fasilitas editor yang
serba fungsi. Fasilitas ini adalah
Integrated Development
Environtment (IDE) yang memberikan
kemudahan dalammengelola sumber –
sumber program dan menyediakan apa
yang dibutuhkan programmer seprti
membuat aplikasi, menulis kode, mencoba
eksekusi program dan
mengkompilasi kode program hingga
menjasi file exe (Hadi, 2004).
Micfosoft Office Access adalah
salah satu program dari Microsoft Office
Access yang dijalankan
menggunakan system operasi Windows
yang berguna untuk penanganan data
dan informasi secara structural : membuat,
menyimpan, merubah, dan
mengolahnya kembali dalam sebuah
database. Database adalah sebuah
file yang mengandung banyak data dan
informasi yang sudah terorganisir
secara rapi dan sistematis dalam berbagai
elemen pembentuknya yaitu:
Table, Query, Form, Report. Table
merupakan sebuah menu didalam
database dalam bentuk baris dan kolom,
yang dugunakan untuk memasukan
data.Query merupakan sebuah menu
didalaam database yang sudah terkait
dengan perintah khusus yang berfungsi
untuk melakukan pencarian data dan
mengurutkan data. Form merupakan
16
sebuah bentuk tampilan data yang
didesain sedemikian rupa sehingga proses
pemasukan, pencarian, dan pembacaan
data dapat dilakukan dengan mudah.
Report merupakan sebuah fasilitas yang
berfungsi untuk membuat lembar –
lembar laporan dari data yang kita
akses sehingga data tersebut dapat
dicetak.
Relational Database Management
System (RDBMS) atau yang sering kita
sebut dengan dengan Relasional Database
merupakan sekumpulan data yang
disimpan sedemikian rupa sehingga
mudah diambil informasinya bagi
pengguna, dan data itu saling
berhunbungan.RDBMS merupakan suatu
paket perangkat lunak yang kompleks
digunakan untuk manipulasi
database.(Azhar, 2008).
Untuk mencetak laporan yang
dihasilkan dari software, menggunakan
Cristal Report 8.5.Cristal Report 8.5
adalah salah satu aplikasi perangkat lunak
yang dikhususkan untuk membuat laporan
dan dirancang untuk dapat digunakan
dalam bahasa pemrograman berbasis
windows, seperti Borland Delphi, Visual
Basic, Visual C/C++, dan Visual Interdev
(Kartini, 2007).
SPSS (Statistical package for
Social Sciences) merupakan program
computer statistic yang menyediakan
fasilitas programming sintaksis yang
dapat menangani manipulasi data
kompleks dan analisa data (Priyatno,
2009).
F. Materi Penelitian
1. Hardware
Spesifikasi hardware yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
CPU (intel Atom N570),Memory (1 GB
DDR3 Memory), Baterai (6-cell Li-ion
battery), Storage (320 GB HDD), Mouse
(Sturdy), dan Printer (Canon 1890).
2. Software
Software yang digunakan dalam
mengembangkan aplikasi dan penelitian
ini terdiri dari Sistem Operasi windows
Seven, Microsoft Office 2010, Microsoft
Visual Basic 6.0, Microsoft Office 2007
dan SPSS 17.
3. Responden
Responden yang digunakan
sebanyak 50 orang. 40 orang berasal dari
mahasiswa STMIK WUP dan 10 orang
lainnya adalah orang yang berprofesi
sebagai ketua yayasan atau kepala sekolah
di Purwokerto.
G. Metode Penelitian
1. Rancang Bangun
17
Metode yang digunakan untuk
membangun Software Sistem Pendukung
keputusan penerimaan beasiswa
menggunakan metode TOPSIS untuk
mempermudah pengambilan keputusan di
Stmik Widya Utama Purwokerto yaitu
dengan menggunakan metode Prototype,
dengan langkah – langkah sebagai berikut
:
a) Identify Basic Requirement
Tahap pertama yaitu mengumpulkan data
dan mengidentifikasi kebutuhan software
yang akan digunakan untuk Software
Sistem Pendukung keputusan penerimaan
beasiswa menggunakan metode TOPSIS
untuk mempermudah pengambilan
keputusan di Stmik Widya Utama
Purwokerto. Perancangannya dengan
melakukan analisis terhadap sistem yang
akan dibangun. Sebelum dilakukan proses
pengambilan keputusan dilakukan
pengisian formulir beasiswa yang harus
diisi. Formulir tersebut berisi nama, nim,
jenis kelamin, tempat/ tanggal lahir,
alamat tempat tinggal, fakultas, jurusan,
program studi, semester, ip kumulatif,
nama orang tua/ wali, pekerjaan orang
tua/ wali, penghasilan orang tua/ wali,
alamat orang tua/wali. Setelah dilakukan
proses pengisian formulir maka dilakukan
proses pengambilan keputusan.
b) Develop Initial Prototype
Tahapan ini diawali dengan desain secara
umum yang berupa use case. Use case ini
digunakan untuk memberikan gambaran
secara umum dari keseluruhan software
yang akan dibuat bagi user.
18
Gambar 1. Use case diagram
Gambar 2.Sequence Diagram
19
Gambar 3.Activity Diagram
20
Tahap selanjutnya membuat desain
interface untuk software sistem penunjang keputusan penerimaan beasiswa menggunakan metode topsis. Desain dalam menggunakan software. Berikut
ini adalah gambar user interface.
Gambar 4. Desain Menu
Setelah dilakukan desain maka dilakukan
tahap pembangunan prototype.Prototypesoftware sistem penunjang keputusan beasiswa dengan metode topsis merupakan katalog fakta tentang data dari
sistem yang akan dibangun. Kamus data
dibuat berdasarkan informasi yang telah
diperoleh pada tahapan Identify Basic
Requirement.
Alternatif yang digunakan yaitu A1=
mahasiswa yang layak menerima
beasiswa, A2 = mahasiswa yang tidak
keterangan
judul
Input mahasiswa
Command button
proses
Data tidak diterima
Data diterima
21
layak mendapatkan beasiswa. Kriteria
yang menjadi pedoman yaitu semester (
C1), IP kumulatif (C2), Penghasilan
Orang tua (C3), Profesi (C4), Jumlah
Tanggungan Orang Tua (C5) dan Jumlah
Saudara kandung (C6).
Selanjutnya dilakukan proses rangking
kecocokan setiap alternatif pada setiap
kriteria, dinilai dengan 1 sampai 5, yaitu
1. 1 = sangat buruk
2. 2 = buruk
3. 3 = cukup
4. 4 = baik
5. 5 = sangat baik
Tabel 3.contoh rengking kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria
Alternatif C1 C2 C3 C4 C5 C6
Layak Menerima 4 3 3 4 4 5
Tidak Layak 4 4 4 3 3 2
Langkah selanjutnya yang dilakukan yaitu penghitungan matriks keputusan
ternormalisasi dengan menggunakan rumus dibawah ini:
Dengan I = 1, 2, 3, 4……m dan j = 1, 2, 3, 4……m
Setelah itu dilakukan penghitungan untuk menentukan solusi positif dan solusi
untuk yang negatif dengan rumus dibawah ini :
22
Selanjutnya dilakukan penilaian terhadapa jarak ideal positif dan negatif dengan
rumus
jarak adalah alternatif dengan solusi ideal positif dirumuskan sebagai berikut
:
Jarak adalah alternatif dengan solusi ideal negatif dirumuskan sebagai berikut
:
Selanjutnya adalah menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif (
Apabila nilai lebih besar maka
menunjukan bahwa alternatif Ai lebih
dipilih.
c) User Riview
Setelah Software Sistem Pendukung
keputusan penerimaan beasiswa
menggunakan metode TOPSIS untuk
mempermudah pengambilan keputusan di
Stmik Widya Utama Purwokerto,
kemudian dievaluasi oleh user untuk
mengetahui kekurangan dan kesalahan
yang perlu diperbaiki dalam
pengembangannya.
d) Revise And Enhance The
Prototype
Setelah proses perbaikan prototype
software telah dilaksanakan sehingga
dapat berfungsi dengan baik, maka
dilakukan tahap package Software Sistem
Pendukung keputusan penerimaan
beasiswa menggunakan metode TOPSIS
untuk mempermudah pengambilan
23
keputusan di Stmik Widya Utama
Purwokerto (file setup) yang disertai
dengan cara instalasi dan petunjuk
penggunaan software berformat .exe.
2. Uji Produk
Produk yang akan dibangun dan di uji
dengan uji kinerja produk. Pengujian
memberikan penilaian setelah alat tersebut
digunakan menggunakan tabel pengujian.
Tabel pengujian dibuat sesuai dengan
kinerja produk yang akan diuji
menggunakan atribut Dimension of
Quality for Goods, yaitu operation,
reliability and durability, conformance,
serviceability,appearance, dan quality.
Nilai total maksimal yang dapat dicapai
dari 6 atribut Uji Produk adalah 60.
Nilai Produk = (RNU6A / N Max 6A) x
100
Keterangan :
RNU6A : Rataan
Nilai Uji 6 Atribut (O, R, C, S, A, Q)
N Max 6A : Nilai Maksimal 6
Atribut (O, R, C, S, A, Q)
(O, R, C, S, A, Q) : (O = Operation)
(R = Reliability and Durability) (C =
Conformance ) (S = serviceability) (A =
appearance) (Q = Quality )
Batas Kelulusan Uji Produk
Peneliti menetapkan batas nilai kelulusan
untuk uji produk adalah 75.Jika nilai uji
produk  75 maka produk dinyatakan
berhasil,tetapi jika nilai uji produk < 75
maka produk dinyatakan gagal.Apabila
pengujian produk masih dinyatakan tidak
berhasil,maka penngujian akan diulang
sampai produk dinyatakan berhasil.
3. Uji Manfaat
Uji kemanfaatan digunakan untuk
memunculkan respon dari pengguna
software system pendukung keputusan
menggunakan metode topsis untuk
mempermudah pengambilan keputusan di
stmik widya utama purwokerto. Uji
manfaat dilakukan untuk mendapatkan
bukti bahwa aplikasi tersebut dapat
digunakan untuk menetukan mahasiswa
yang berhak menerima beasiswa. Peneliti
menetapkan batasan skor uji manfaat
untuk setiap variabel (ULEA) yaitu 70%,
jika salah satu variabel kurang dari 70%
maka produk tidak bermanfaat dan jika
nilai manfaat untuk setiap variabel diatas
70% maka produk bermanfaat. Jadwal
Kegiatan Penelitian
H. Jadwal Kegiatan
24
No Jenis Kegiatan
Bulan
1 2 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan Penelitian
2 Pelaksanaan Penelitian
3 Penyusunan Laporan
I. Pustaka Pendukung
, 2010. Definisi Sistem
Pendukung Keputusan Decision Support
System),http://
kumoro.staff.ugm.ac.id/wp-content/ uploads/2007/12/sistem-pendukung-keputusan.diakses pada
tanggal 25 Mei 2010.
, 2011. Pedoman Penerimaan
Beasiswa BBM (Bantuan Belajar
Mahasiswa)http://www.google.com/pedo
man-penerimaan-beasiswa BBM/Bantuan
Belajar Mahasiswa/Beasiswa.pdf.
, 2011. Definisi
TOPSIS (,Technique For Others
Reference by Similarity to Ideal Solution
)http://kumoro.staff.ugm.ac.id/wpcontentnuploads/
2010/12/Topsis.pdf.diaks
es pada tanggal 25 Mei 2011
Azhar, 2008. Microsoft
Access
2000.http://kumoro.staff.ugm.ac.id/wpcontent/
uploads/2007/12/sistempendukung-
keputusan.pdf. diakses pada
tanggal 25 Mei 2011
Hadi, R., 2004. Membuat Laporan
Dengan Cristal Report 8.5 dan Visual
Basic 6.0. PT. Elex
Media Komputindo, Jakarta
JawaPos: Beasiswa Jadi
Objek PPh.
http://www.infopajak.com/berita/310108j
ps.htm Diakses pada 25 Mei 2011
Kartini, 2007. Membuat
Laporan dengan Cristal Report 8.5 dan
Visual Basic 6.0, PT. Elex Media
Komputindo, Jakarta
Oktarina, 2007.SPSS 13.0 Untuk Orang
Awam, Penerbit Andi, Yogyakarta.

JURNAL : PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN

JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 1 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
Penilaian
Produktivitas Kerja Pegawai
H. Muh. Hizbul Muflihin *)
*)Penulis adalah Magister Pendidikan (M.Pd.), dosen tetap di Jurusan Pendidikan (Tarbiyah)) STAIN Purwokerto.
Abstract: it’s an obligatory to measure individual performance at an organization. From that we will know whether task is
conducted by individual, and whether result work productivity. This work productivity measuring is an effort to ensure employee
or personal have do their task with certain standards. This evaluation result can be used as basis for reward or punishment.
There are several methods to value employee performance, namely Checklist method and Behaviorally Anchored Rating
Scale (BARS). Checklist method have simplicity on application, but prone to evaluator bias. Whereas BARS method is more
adequate, because based on employee active participation, but not every performance domain can be valued with this
method. Keywords: Evaluation, productivity, Checklist, BARS.
Pendahuluan
Pegawai adalah orang yang telah diberi amanat dan tanggung jawab oleh lembaga atau manajer
dalam pelaksanaan tugas-tugas rutin sebagaimana yang telah ditetapkan dalam job deskripsi masingmasing.
Secara institusional semua pimpinan lembaga pendidikan berharap semua pegawai dapat
melaksanakan tugas utamanya dengan baik. Jika para pegawai dapat melaksanakan tugasnya dengan
baik, kemudian pihak manajemen tidak memiliki perhatian atas kinerjanya, apalagi melaksanakan
evaluasi kinerja atau produktivitas kerja, maka sudah barang tentu tidak akan dapat diketahui apakah
memang faktanya mereka telah melaksanakan tugas sesuai dengan standar kinerja yang telah
ditetapkan.
Akibat tidak adanya evaluasi produktivitas kerja ini, maka bisa jadi akan menimbulkan kondisi atau
iklim kerja yang tidak baik (yang cenderung akan merugikan lembaga pendidikan), misalnya malas dan
atau semaunya dalam bekerja. Di sinilah arti pentingnya pihak manajemen memikirkan keberlangsungan
proses dinamika organisasi/lembaga dengan cara melaksanakan evaluasi produktivitas kerja
pegawai.
Produktivitas Kerja
Produktivitas berasal dari kata dasar produk yang berarti hasil. Sedang produksi adalah sesuatu hasil
yang telah dikeluarkan/dihasilkan oleh suatu lembaga atau pabrik, baik melalui kerja mesin, manusia
atau gabungan antara kerja yang dilakukan oleh manusia dengan mesin. Produktivitas menurut Arif
Suyoko1 (1996 : 3) mengandung arti keinginan dan usaha dari setiap manusia untuk selalu
meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupannya. Manusia yang produktif mempunyai sikap mental
dan cara pandang yang selalu berorientasi pada kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan
kehidupan hari esok tentunya harus lebih baik dari kehidupan hari ini. Pandangan seperti ini memberi
JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 2 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
arti dan spirit yang cukup mendalam dan memungkinkan setiap orang yang memahaminya
memandang kerja, baik secara individu maupun berkelompok dalam suatu organisasi sebagai suatu
keutamaan.
Taliziduhu Ndraha2menyatakan bahwa Produk adalah hasil (output, a thing produced), production
adalah kegiatan atau proses memproduksi sesuatu (the act of producing), producer adalah orang atau
badan yang memproduksi sesuatu, dan productive adalah kata sifat yang diberikan pada suatu yang
mempunyai kekuatan atau kemampuan untuk memproduksi sesuatu.
Menurut Formulasi National Productivity Board (NBP) Singapore dikatakan bahwa produktivitas
adalah sikap mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan
perbaikan. Makna produktivitas adalah keinginan (the will) dan upaya (effort) manusia untuk selalu
meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan di segala bidang.
Sedangkan menurut pendapat Sondang P. Siagian sebagaimana dikutip Panji Anoraga dan Sri
Suyati,3 produktivitas adalah kemampuan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari sarana dan
prasarana yang tersedia dengan menghasilkan output yang optimal bahkan kalau mungkin yang
maksimal.
Dari definisi-definisi yang dikemukakan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitas
adalah suatu kondisi yang dihasilkan atau usaha yang telah ditunjukkan/dikerjakan oleh seseorang
dalam melaksanakan tugas dengan kondisi hasil yang lebih meningkatkan dan baik sebagai akibat cara
kerja yang profesional dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia.
Kita akui atau tidak bahwa sumber daya manusia memegang peranan utama dalam proses
peningkatan produktivitas. Oleh karena itu, manusia adalah motor penggerak terhadap pemanfaatan
segala sarana dan prasarana yang disediakan sebagai pendukung kerja yang produktif. Secara umum
dapat dikatakan bahwa produktivitas yang tinggi pada hakikatnya merupakan pendayagunaan sumber
daya secara tepat, efisien, dan berdaya guna. Di sinilah arti pentingnya organisasi/lembaga untuk selalu
memperhatikan dan mempertimbangkan bagaimana cara kerja para guru atau pegawai dalam
melaksanakan tugasnya.
Produktivitas kerja tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan keluaran yang sebanyakbanyaknya,
tetapi juga harus memperhatikan kualitas keluaran tersebut. Hanya saja perlu dipahami pula
bahwa produktivitas kerja tidak selalu berjalan serasi dengan kualitas. Sebagai contoh produktivitas
perguruan tinggi dan kualitas lulusannya.4
Mengingat produktivitas menyangkut sikap mental dan tindakan nyata, maka untuk meningkatkan
produktivitas kerja pegawai, perlu ditanamkan sikap dan kemauan untuk memperbaiki dan
meningkatkan cara-cara kerja dari waktu ke waktu. Dengan cara memberi dorongan dan motivasi ini
diharapkan nantinya pegawai akan memiliki sikap positif berupa bekerja secara dinamis, kreatif, inovatif
serta terbuka pada ide-ide baru dan perubahan-perubahan. Hal ini merupakan tantangan sekaligus
tanggung jawab bagi manajemen untuk meningkatkan produktivitas individual yang pada akhirnya
meningkatkan produktivitas organisasi.
JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 3 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa pengertian produktivitas memiliki dua dimensi, yakni
efektivitas dan efisiensi. Dimensi pertama berkaitan dengan pencapaian unjuk kerja yang maksimal,
dalam arti pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu. Sedangkan dimensi
kedua berkaitan dengan upaya membandingkan masukan dengan realisasi penggunaannya atau
bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
Dapat dikatakan di sini bahwa semua orang atau pimpinan suatu lembaga/organisasi berharap
aktivitas yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang baik, maksimal dan melebihi atau beraneka
ragam hasil dapat diraih atau dihasilkan dalam kurun waktu tertentu. Dengan adanya kondisi yang
produktif menjadikan hidup seseorang menjadi kebih dinamis, tenang, dan senantiasa dalam keadaan
yang menyenangkan. Betapa tidak dengan produktivitas tinggi seseorang, ia akan mendapatkan kondisi
berupa ketercukupan apa yang menjadi kebutuhannya. Selain itu, bagi pimpinan organisasi/lembaga
dengan adanya kondisi kerja para pegawai/karyawan yang senantiasa produktif, maka akan membawa
keuntungan yang lebih dan dapat menjadikan tetap dinamis organisasi/lembaga yang dipimpinnya.
Nanang Fatah5 menyatakan bahwa hakikat bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan, yang
dipandang sebagai penggerak atau motivasi tertentu, kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau
pembangkit perilaku. Adapun tujuan berfungsi menggerakkan perilaku proses motivasi sebagian besar
diarahkan untuk memenuhi dan mencapai tujuan. Statemen ini secara tersirat memberi makna bahwa
seseorang bekerja sudah barang tentu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Ke mana arah
yang dituju dalam bekerja? Yang jelas sebagaimana tujuan yang telah ditetapkan atau cita-cita yang
diidam-idamkan. Dengan demikian, tujuanlah yang menjadikan seseorang itu, apakah akan bekerja
secara serius dan sungguh-sungguh ataukah tidak.
Sampai sejauhmana seseorang bersemangat dalam bekerja, selain dipandu oleh tujuan yang telah
diharapkan terwujud, juga ada kaitannya dengan tingkat motivasi seseorang dalam bekerja. Sedangkan
motivasi seseorang dalam bekerja sangat dipengaruhi oleh jenis dan tingkatan kebutuhan seseorang.
Masalah tujuan atau cita-cita/harapan dan motivasi ini menurut Abraham Maslow senantiasa akan ada
hubungannya dengan tingkat kebutuhan seseorang. Artinya jenis kebutuhan apa yang diharapkan oleh
seseorang itu, akan sangat mempengaruhi jenis motivasi seseorang dalam bekeja.
Adapun jenis tingkat kebutuhan manusia itu sebagai berikut.
Kebutuhan Estetis
Kebutuhan Pengetahuan
Kebutuhan Mengaktualisasi Diri
JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 4 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
Kebutuhan akan Penghargaan
Kebutuhan Sosial (Perasaan Dicintai/Diakui)
Kebutuhan akan Keamanan & Kenyamanan
Kebutuhan Fisiologis
Gambar 1. Hirarkhi kebutuhan manusia6
Mencermati gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis kebutuhan manusia itu bertingkat.
Setiap individu akan dapat mencapai atau memenuhi kebutuhannya sampai pada tingkatan yang paling
atas, sudah barang tentu jika jenis kebutuhan yang paling bawah telah terpenuhi. Selain itu, dapat pula
dikatakan bahwa tinggi rendahnya motivasi seseorang dalam bekerja ditentukan pula oleh tingkat
kebutuhan orang tersebut.
Motivasi ini merupakan kebutuhan internal yang harus dipuaskan oleh ekspresi eksternal. Misalnya
setiap karyawan memiliki dinamika kerja (faktor internal) untuk mencapai tujuan, namun dinamika itu
harus ditanggapi atau diperhatikan oleh pimpinan dalam melaksanakan kepemimpinan. Anggota yang
mempunyai motivasi kerja tinggi, pada gilirannya akan mendorong munculnya semangat kerja.7
Selain masalah motivasi, untuk meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi, seorang pegawai
haruslah memiliki etos kerja yang tinggi pula. Dalam kaitan ini ada faktor lain yang juga turut
mempengaruhi tingkat produktivitas kerja seseorang, yaitu:
1. Pekerjaan yang menarik
2. Upah/gaji yang baik
3. Penghayatan atas maksud dan makna bekerja
4. Lingkungan atau suasana kerja yang baik
5. Kesetiaan pimpinan pada yang bekerja.8
Perlu kiranya dipahami bahwa yang menjadikan produktif atau tidaknya seseorang dalam bekerja,
ternyata bukan multak ditentukan atau dipengaruhi oleh tinggi atau banyak sedikitnya gaji atau upah
yang diterima. Sebab gaji banyak yang diterima seseorang, tetapi bekerja dalam situasi atau iklim yang
tidak harmonis, tidak kondusif atau tidak mutual simbiosis, maka bagaimanapun akan menjadikan
seseorang tidak akan bersemangat dalam bekerja. Dengan sendirinya kemungkinan mereka akan
bekerja seenaknya (tidak produktif).
Penghayatan dan makna bekerja bagaimanapun juga turut memberi kontribusi terhadap produktif
atau tidaknya seseorang dalam bekerja. Dalam hal ini ada 4 hal yang turut memberi warna terhadap
semangat tidaknya seseorang dalam bekerja:
1. Niat atau motivasi yang lurus dan ikhlas
2. Kesungguhan dan ketekunan dalam melakukan pekerjaan
3. Adanya keyakinan bahwa balasan dari pekerjaan bukan hanya dari manusia semata, tetapi juga
dari Allah SWT
JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 5 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
4. Setiap pekerjaan yang bersifat kolektif, harus dikerjakan dengan bermusyawarah, nasihat dan
tolong-menolong dalam amar ma‘ruf nahi mungkar.
Bahkan, Allah SWT pun telah menegaskan dan berjanji dalam firman-Nya, bahwa orang yang mau
berbuat dan bekerja dengan sungguh-sungguh akan diberi jaminan kehidupan (dipenuhi hidupnya) di
dunia lebih baik, sebagaimana dinyatakan dalam surat an-Nahl : 97)
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,
maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami
beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”9
Produktivitas kerja seseorang selain dipengaruhi hal-hal di atas, juga besar sekali pengaruhnya halhal
yang datang dari dalam dan dari luar individu. Faktor-faktor dari dalam diri antara lain kecerdasan,
keterampilan dan kecakapan, bakat, kemampuan dan minat, motivasi, kesehatan, kebutuhan psikologis,
sikap, dan cita-cita serta tujuan dalam bekerja. Sedangkan faktor-faktor dari luar diri antara lain
lingkungan keluarga, lingkungan tempat kerja, rasa aman dalam pekerjaan, kesempatan untuk
mendapatkan kemajuan, rekan kerja, hubungan dengan pimpinan dan tingkat kesejahteraan.
Tujuan Penilaian Kinerja
Penilaian terhadap unjuk kerja atau produktivitas kerja pegawai pada hakikatnya merupakan sebuah
sistem yang bersifat formal dan periodik. Hal ini mengingat pentingnya evaluasi itu sendiri, secara
umum untuk mengetahui apakah semua rencana yang telah ditetapkan telah menghasilkan output
sebagaimana yang ditetapkan atau tidak. Sedangkan untuk mengetahui kondisi dan tingkat keberhasilan
kerja seseorang diperlukan adanya penilaian atau evalausi. Ivancevich sebagaimana dinyatakan Surya
Darma10menegaskan bahwa evaluasi kinerja bertujuan:
1. Pengembangan
2. Pemberian Reward
3. Pemberian Motivasi
4. Perencanaan SDM
5. Pemberian Kompensasi
6. Sarana komunikasi.
Perlu kiranya dipahami bahwa evaluasi kinerja (job evaluation) tidak bisa disamakan dengan
performance appraisal, karena keduanya memiliki aksentuasi sendiri-sendiri. William B.Werther dan
Keith Davis11menyatakan bahwa Job Evaluation adalah “the process of determining systematically and
as objective as possible the differential rate of pay”, sedangkan performance appraisal adalah “the
process by which organizations evaluate individual job performance”. Secara ringkas dapat diartikan
bahwa evaluasi kinerja adalah suatu metode yang dipakai untuk menentukan penggolongan suatu
pekerjaan secara menyeluruh yang bertujuan menentukan struktur besarnya suatu gaji. Adapun
performance appraisal adalah suatu proses bagaimana sebuah organisasi melakukan penilaian terhadap
JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 6 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
seseorang bagaimana pekerjaan itu dilakukan sehingga titik tekannya ada pada unjuk kerja seseorang
dan tingkat akuntabilitasnya.
Lebih jelas lagi, Mamduh M. Hanafi12menyatakan bahwa evaluasi kinerja itu mempunyai fungsi (1)
untuk menilai efektivitas pelatihan atau efektivitas seleksi karyawan (2) sebagai dasar penggajian,
promosi, atau pelatihan yang diperlukan, (3) memberi umpan balik (feedback) kepada karyawan.
Cara Menilai Produktivitas Kerja
Produktivitas dapat ditinjau berdasarkan tingkatannya dengan tolok-ukur masing-masing. Untuk
melihat sejauh mana produktivitas kerja seseorang, diperlukan penjelasan mengenai dimensi, unsur,
indikator dan kriteria yang menyatakan produktivitas kerja pegawai. Dilihat dari tolok ukur yang dipakai
dalam menilai tingkat atau keberhasilan seseorang dalam bekerja. Untuk membobot (menilai) job (JE)
diperlukan kriteria (timbangan). Menurut American Association of Industrial Management, ada
perbedaan kriteria antara manual jobs dengan nonmanual jobs. Untuk manual jobs, kriterianya adalah:
1. Skill (education, experience, initiative, and engenuity)
2. Effort (physical demand, mental or visual demand)
3. Responsibility (equipment or process, material or product, safety of others, work of obthers)
4. Job conditions (working conditions, unavoidable hazards).
Sedangkan jika nonmanual jobs yang dipakai, maka ukuran kerja seseorang dapat dilihat dari:
1. Training (education, experience)
2. Initiative (complexity of duties, supervison received)
3. Responsibility (errors, contacts with others, confidential data)
4. Job conditions (mental or visual demand, working conditions)
5. Supervision (character of supervision, scope of supervison)13
Menilai kinerja pada dasarnya menilai apa yang sedang dikerjakan atau yang telah dilaksanakan.
Dengan demikian, menilai kinerja adalah menilai proses dan hasil pelaksanaan kegiatan. Ada beberapa
metode yang bisa dipakai untuk menilai kinerja seseorang adalah sebagai berikut.
1. Checklist
Checklist atau daftar pernyataan adalah sebuah daftar pernyataan deskriptif dan atau sifat-sifat yang
mendeskripsikan perilaku yang berhubungan dengan pekerjaan. Setiap item yang terdaftar
merefleksikan kualitas positif maupun negatif yang dapat dimiliki oleh karyawan. Metode penilaian
terhadap produktivitas kerja seseorang ini sudah barang tentu memiliki kehematan, kemudahan dalam
pelaksanaan, terbatasnya palatihan yang dibutuhkan oleh para penilai, dan standarisasi. Sungguhpun
demikian, metode ini juga memiliki kelemahan-kelemahan, yaitu kerentanannya terhadap bias-bias
penilai (khususnya efek halo), penggunaan kriteria pribadi sebagai pengganti kriteria kinerja, dan
misinterpretasi butir-butir pertanyaan.14
JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 7 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
Untuk mengurangi atau mengeliminir adanya kecenderungan subjektivitas penilai dalam menilai
kinerja seseorang, maka dapat digunakan metode “Forced Choice Scale” (FCS). Teknik ini
mensyaratkan para manajer sebagai penilai pekerja untuk memilih di antara sepasang perilaku yang
pernyataannya menggambarkan kinerja individu. Respons berikutnya dinilai dengan memakai teknik
statistik khusus. Item-item dirancang untuk membedakan karyawan-karyawan yang efektif dengan
yang tidak efektif, dan juga mencerminkan kualitas pribadi yang dinilai.15
2. Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS)
Jika metode checklist dirancang untuk pelaksanaan menilai tingkat produktivitas kerja seseorang
berdasarkan pemberian sejumlah pertanyaan, sedangkan jawaban yang diberikan oleh pekerja adalah
pernyataan tentang apa yang telah dikerjakan (kemungkinan besar terjadi bias subjektivitas diri dalam
menjawab), maka Behaviorally Anchored rating Scale (BARS) ini menggunakan perilaku-perilaku
yang diamati dibandingkan dengan karakter-karakter, pengetahuan-pengetahuan atau keahlian-keahlian
sebagai dimensi-dimensi evaluatif.16
Penenarapan metode BARS ini penilai membandingkan kinerja seorang individu pada setiap
item/dimensi/ukuran terhadap standar perilaku yang sangat objektif. Standar-standar ini dideskripsi
secara rinci dari perilaku yang dapat diamati, seperti menyerahkan laporan secara tepat waktu tanpa ada
kesalahan ejaan, ketikan, penulisan atau bahasa.
Metode BARS merupakan sebuah konsep yang bagus dan ideal yang mempunyai beberapa
kelebihan atau keunggulan, yaitu:
1. Berkurangnya kesalahan penilai sebagai akibat dari fakta dimensi yang dinilai.
2. Sistem penilaian kinerja yang lebih andal, sahih, bermakna, dan lengkap, karena sistem ini dibuat
dengan partisipasi aktif karyawan yang memiliki pengetahuan penuh akan beraneka tuntutan
dan pesyaratan pekerjaan.
3. Tingkat penerimaan dan komitmen yang lebih tinggi terhadap sistem penilaian karyawan dan
penyelia karena mereka dilibatkan secara aktif dan langsung dalam perancangan sistem tersebut.
4. Pengurangan dalam tingkat penolakan dan konflik yang dihasilkan oleh penilaian karena
individu dievaluasi berdasarkan perilaku tertentu mereka, bukan berdasarkan kepribadian
mereka.
5. Perbaikan kemampuan mengidentifikasikan secara jelas bidang-bidang kekurangan kinerja
tertentu dan kebutuhan aktivitas pelatihan dan pengembangan.
Sebaimana teori-teori yang lain dalam berbagai bidang penilaian, metode BARS ini juga memiliki
sejumlah kelemahan atau kekurangan, yaitu:
1. Waktu, upaya, dan biaya yang dibutuhkan dalam pembuatannya yang tinggi.
2. BARS ini hanya dapat diterapkan pada pekerjaan-pekerjaan yang komponen-komponennya
terdiri atas perilaku yang secara fisik dapat diamati.
JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 8 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
3. Penilai bidang kadangkala mengalami kesulitan dalam menentukan tingkat kemiripan antara
perilaku karyawan yang telah mereka amati dan kejadian-kejadian kritis tertentu yang dipakai
sebagai jangkar/patokan dari BARS.
Dalam pelaksanaan penilaian kinerja pegawai, kadangkala ditemukan beberapa kondisi
ketidakobjektifan dalam penilaian. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat proses penilaian kinerja itu
sendiri dilakukan oleh seseorang. Di antara hal yang menjadikan biasnya suatu penilaian kinerja itu ialah
a) standar yang tidak konsisten, b) karena stereotype tertentu, misalnya masalah golongan, jenis kelamin
dapat menjadi stereotype penilai, c) bias karena perbedaan sifat manajer, dan d) efek halo (tergantung
pada salah satu atau beberapa aspek yang dinilai).17
Kesimpulan
Menilai produktivitas kerja adalah hal yang selayaknya dilakukan oleh manajemen. Dengan adanya
penilaian terhadap kinerja pegawai, bukan saja pegawai akan memiliki semangat yang tinggi untuk
meraih prestasi kerja yang tinggi, namun juga akan menumbuhkan perasaan kepuasan diri dalam
bekerja. Kondisi kepuasan kerja ini akan semakin bertambah kuat apabila ditambah dengan adanya
reinforcement berupa adanya reward yang tepat. Menilai kinerja pegawai tidak hanya dapat dilakukan
dengan metode checklist dan BARS, sebab masih ada sejumlah metode lain yang juga bisa dipakai
untuk menilai kinerja seseorang di antaranya adalah Balanced scorecard.
Endnote
1Arif Suyoko, Mengefektifkan Kinerja(Jakarta: Midas Surya Grafindo, 1996), hal. 3.
2Taliziduhu Draha, Pengantar Teori Pengambangan Sumber Daya Manusia (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hal. 34.
3Panji Anoraga, Perilaku keorganisasian (Jakarta: Pustaka Jaya, 1995), hal. 121.
4Taliziduhu Draha,Pengantar Teori Pengambangan Sumber Daya Manusia, hal. 47.
5Nanang Fatah,Landasan Manajemen Pendidikan(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hal. 19.
6Winardi, Kepemimpinan dalam Manajemen(Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hal. 154.
7Alo Liliweri, Sosiologi Organisasi (Bandung: Citra Aditya Bakti, 1997), hal. 322.
8Panji Anoraga, Perilaku keorganisasian (Jakarta: Pustaka Jaya, 2001), hal. 56-59.
9Depag RI, Al-Qur‘an dan Terjemahannya, 1998.
10111213 Surya Dharma, Manajemen Kinerja; Falsafah Teori dan penerapannya (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, TT), hal. 14-
15.
14William B. Werther dan Keith Davis, Human Resources and Personnel Management (New York: McGraw-Hill, 1996),
hal. 341.
15Mamduh M. Hanafi, Manajemen (Yogyakarta, AMP YKPN, 1997), hal. 306.
16Talizidhuhu Draha,Pengantar Teori Pengambangan Sumber Daya Manusia, hal. 49.
17Henry Simamora, Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: STIE YKPN,1987), hal. 452.
18 Ibid., hal. 461.
19 Ibid., hal. 465.
20Mamduh M. Hanafi, Ibid., hal. 308.
JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN
Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto | H. M. Hizbul Muflihin 9 INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Aga 2009|334-345
Daftar Pustaka
Anoraga, Panji. 1995. Perilaku Keorganisasian. Jakarta: Pustaka Jaya.
Darma, Surya. 2005. Manajemen Kinerja; Falsafah Teori dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fatah, Nanang. 1996. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hanafi, Mamduh M. 1997. Manajemen. Yogyakarta: AMP YKPN.
Liliweri, Alo. Sosiologi Organisasi. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1997.
Mondy, R. Wayne & Robert M. Noe III. 1993. Human Resource Management. Fifth Edition United States of
America.
Ndraha, Taliziduhu. 1999. Pengantar Teori Pengambangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Simamora, Henry. 1987. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN.
Suyoko, Arief. 1996. Mengefektifkan Kinerja. Jakarta: Midas Surya Grafindo.
Werther, William B. dan Keith Davis. 1996. Human Resources and Personnel Management. New York:
McGraw-Hill.
Winardi. 72000. Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta: Rineka Cipta.

ILMU : Membuat Aplikasi Chating Dengan PHP

Membuat Aplikasi Chating Dengan PHP

post by : syazili, on October 24th, 2012
Cerita dikit dulu nih..awal mulanya aku membuat program untuk tugas akhir ku,pada saat itu saya ingin memasukkan sebuah aplikasi chatting berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai databasenya.Sebenarnya banyak aplikasi sejenis yang bertebaran di internet.Namun di sini saya tidak ingin menggunakannya so! aku harus coding..sendiri karena hasilnya lebih nikmat..:-)
Ok let’s starting!

Cerita dikit dulu nih..awal mulanya aku membuat program untuk tugas akhir ku,pada saat itu saya ingin memasukkan sebuah aplikasi chatting berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai databasenya.Sebenarnya banyak aplikasi sejenis yang bertebaran di internet.Namun di sini saya tidak ingin menggunakannya so! aku harus coding..sendiri karena hasilnya lebih nikmat..:-)
Ok let’s starting!
Prinsip Kerja Aplikasi Chating
Pada desktop aplication banyak kita temui aplikasi chat seperti ym,mirc,etc..,konsep keja mereka sama saja yaitu :
  1. aplkasi client (mirc) meminta request untuk bergabung dengan server irc dengan mengirimkan data data client
  2. server akan membuat sebuah sesi untuk cient tersebut..lalu memberikan respon berupa data percakapan  pengguna dimulai dari waktu user login sampai wwaktu sekarang
  3. pada interval tertentu server akan mencek apakah user benar2 online
The Code
Pertama kita membuat aplikasi server  yang akan menangani setiap request dari client. ketik kode berikut dan simpan dengan nama message.php

global $status,$waktulogin,$exp,$uid,$time_now,$nick;
$sqlchat=”select * from user,chat where chat.post_time >=’$waktulogin’ and chat.post_time <=’$time_now’ and user.nick_name=chat.nick_name”;
// debug : echo “$sqlchat”;
$qrychat=mysql_query($sqlchat) or die (mysql_error());
$i=0;
while ($datachat=mysql_fetch_array($qrychat))
{
$i++;
echo “$i:< $datachat[nick_name] > : $datachat[pesan]
”;
} }
function update_user()
{
global $status,$waktulogin,$exp,$uid,$time_now,$nick;
$sql_exp=”update user set exp_time=’$exp’ where nick_name=’$nick’”;
mysql_query($sql_exp) or die (mysql_error());
}
function delete_user()
{
global $status,$waktulogin,$exp,$uid,$time_now,$nick;
$sql_del_user=”delete from user where exp_time=$time_now or exp_time<=$time_now”;
mysql_query($sql_del_user) or die (mysql_error());
}
function init()
{
global $status,$waktulogin,$exp,$uid,$time_now,$nick;
echo show_mesage();
delete_user();
update_user();
}
function save_message()
{
global $status,$waktu_login,$exp,$uid,$time_now,$nick,$msg;
$sqlchat=”insert into chat (nick_name,pesan,post_time) values (‘$nick’,'$msg’,'$time_now’)”;
$qrychat=mysql_query($sqlchat)or die(mysql_error());
}
function list_user()
{
echo “USER LIST

”;
$sqluser=”select * from user”;
$qryuser=mysql_query($sqluser) or die (mysql_error());
while ($datauser=mysql_fetch_array($qryuser))
{
if ($_SESSION[nick]==$datauser[nick_name])
{
echo “< $datauser[nick_name] >
”;
}
else
{
echo “< $datauser[nick_name] >
”;
}
}
}
function cek_pv()
{
global $status,$waktulogin,$exp,$uid,$time_now,$nick;
$sqluser=”select distinct(sender),received from private_room where received=’$nick’”;
$qryuser=mysql_query($sqluser) or die (mysql_error());
while ($datauser=mysql_fetch_array($qryuser))
{
if ($nick==$datauser[received]){
echo “| < $datauser[sender] > |”;
}
}
}
switch($_GET[action])
{
case “” :
{
init();break;
}
case “view”:
{
init();break;
}
case “send”:
{
$msg=$_GET[inputText];
save_message();
init();
break;
}
case “cek_pv”:
{
echo cek_pv();break;
}
case “list_user”:
{
echo list_user();
break;
}
}
?>
sebelumnya buat file db.php untuk konfigurasi dan koneksi ke mysql database :

mysql_connect($dbhost,$dbuser,$dbpass) or die(mysql_error());
mysql_select_db($dbname) or die(mysql_error());
?>
Sebagai antar muka client buat file dengan nama client.php dan masukkan kode berikut:
Untitled Document














Terakhir kita akan membuat daftar user yang join ke server simpan dengan nama userlist.php

include “db.php”;
echo “USER LIST

”;
$sqluser=”select * from user”;
$qryuser=mysql_query($sqluser) or die (mysql_error());
while ($datauser=mysql_fetch_array($qryuser))
{
echo “< $datauser[nick_name] >
”;
}
?>
jangan lupa untuk membuat databasenya :
CREATE TABLE `chat` ( `nick_name` varchar(15) collate latin1_general_ci NOT NULL, `pesan` varchar(100) collate latin1_general_ci NOT NULL, `post_time` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci;
CREATE TABLE `user` (
`fullname` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`nick_name` varchar(15) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`status` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`user_id` varchar(15) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`exp_time` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci;
Aplikasi Chatting sederhana kita telah selesai..untuk penjelasan source code akan saya buat pada artikel kedua dan plus tambahan private message……..!

di akses dari situs asli : http://blog.binadarma.ac.id/jili/2012/10/membuat-aplikasi-chating-dengan-php.html

TIPS N TRIK : Kode Smiley Chat Facebook Unik

Kode Smiley Chat Facebook Unik

Selain Chat code default anda juga bisa menggunakan icon chat code unik. Jika anda yang sedang mencari Kode Smiley Chat Facebook silahkan di simak di bawah ini,
Sebelum kita chat di facebook, tentunya anda harus punya akun di facebook, Cara Membuat Facebook cukup mudah sekali, jika anda sudah punya akun facebook untuk mempercantik saat kita chat dengan orang lain bisa menambah Kode Smiley Chat Facebook seperti di bawah ini
Kode Smiley Chat Facebook
[[334954663181745]] – Kode Smiley Facebook untuk Spongebob
[[332936966718584]] – Kode Smiley Facebook Hello Kitty
[[326134990738733]] – Kode Smiley Facebook Pikachu
[[297354436976262]] – Kode Smiley Facebook Santa Claus
[[269153023141273]] – Kode Smiley Facebook Poring
[[252497564817075]] – Kode Smiley Facebook Kerokeroppi
[[250128751720149]] – Kode Smiley Facebook Domo Kun
[[249199828481201]] – Kode Smiley Facebook Konata Izumi
[[236147243124900]] – Kode Smiley Facebook Pokeball
[[224502284290679]] – Kode Smiley Facebook Nobita
[[223328504409723]] – Kode Smiley Facebook Gintoki Sakata
[[196431117116365]] – Kode Smiley Facebook Shin chan
[[157680577671754]] – Kode Smiley Facebook Angry Bird
[[155393057897143]] – Kode Smiley Facebook Doraemon
[[144685078974802]] – Kode Smiley Facebook Mojacko
[[138529122927104]] – Kode Smiley Facebook Pedo Bear
Emotion Kaskus untuk chat facebook
[[243344945733611]] : Kaskus Repost
[[mahochat]]: Kode Smiley Facebook Kaskus Maho:
[[205827876172490]] : Kode Smiley Facebook Kaskus Bingung:
[[261018420628968]] : Kode Smiley Facebook Kaskus Like:
[[328740787138287]] ; Kode Smiley Facebook Kaskus Nope:
[[296027833771776]] : Kode Smiley Facebook Kaksus Capedehh:
[[311851138846391]] : Kode Smiley Facebook Kaskus 4L4y:
[[guengakak]] : Kode Smiley Facebook Kaskus Ngakak:
[[203443053077888]] : Kode Smiley Facebook I Love Kaskus:

Emotion Text Facebook Format tulisan gede
[[196920740401785]] – A
[[113544575430999]] – B
[[294715893904555]] – C
[[294660140569858]] – D
[[328415510520892]] – E
[[270221906368791]] – F
[[212614922155016]] – G
[[205633882856736]] – H
[[256255337773105]] – I
[[288138264570038]] – J
[[296999947008863]] – K
[[216672855078917]] – L
[[278786215503631]] – M
[[241341589270741]] – N
[[312524205448755]] – O
[[200138403410055]] – P
[[165410113558613]] – Q
[[203403609746433]] – R
[[334427926570136]] – S
[[250632158335643]] – T
[[285985351447161]] – U
[[343627398996642]] – V
[[315740851791114]] – W
[[136342506479536]] – X
[[224173507657194]] – Y
[[317710424919150]] – Z
Kode Smiley Facebook Lucu dan unik lainya
Troll face: [[171108522930776]]
ARE YOU F****NG KIDDING ME: [[143220739082110]]
Me Gusta: [[211782832186415]]
Mother of God: [[142670085793927]]
Cereal Guy: [[170815706323196]]
LOL Face: [[168456309878025]]
NO Guy: [[167359756658519]]
Yao Ming: [[218595638164996]]
Derp: [[224812970902314]]
Derpina: [[192644604154319]]
Forever Alone: [[177903015598419]]
Not Bad : [[NotBaad]]
F*** yeah : [[105387672833401]]
Challenge accepted: [[100002727365206]]
Okay face: [[100002752520227]]
Dumb b***h: [[218595638164996]]
Poker face [[129627277060203]]
Okay face [[224812970902314]]
Official rage face [[FUUUOFFICIAL]]
No [[167359756658519]]
MOG [[142670085793927]]
Feel like a sir [[168040846586189]]
Forever alone christmas. [[125038607580286]]
Silahkan bagi anda yang lagi mencari Kode Smiley Chat Facebook , dan jika anda lupa silahkan bookmark halaman ini ( CTRL + D )
Demikian tentang Kode Smiley Chat Facebook ,
Semoga bermanfaat

di akses dari situs : http://blog.binadarma.ac.id/jili/2012/10/kode-smiley-chat-facebook-unik.html

6 FAKTA MENGAPA BABI TAK LAYAK DI KONSUMSI

6 FAKTA MENGAPA BABI TAK LAYAK DI
KONSUMSI

Ini hanya sedikit alasan mengapa Haram emmakan babi


1. Apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? Ya,
karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya.
Bagi orang yang beranggapan kalau babi memang harus
disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang
Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.

2. Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi
(menurut penelitian ilmiah, hal tersebut disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging).
3. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah
penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan
memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa
dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada tersisa.
4. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika
berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak
sedap.
5. Penyakit-penyakit cacing pita merupakan penyakit yang sangat
berbahaya yang dapat terjadi karena mengonsumsi daging babi.
Cacing berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan
beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan
terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB
(buang air besar).
6. Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon. Persentase
penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi,
meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan
Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India).
Sementara di negara negara Islam, persentasenya amat rendah,
sekitar 1/1000.
Itulah Beberapa alasan Kenapa Allah
S.W.T melarang kita Memakan daging Babi.
Subhanallah

Metode pengembangan sistem : Waterfall

Pressmen (2001) menjelaskan metode waterfall memliki 6 tahapan yaitu :

1.       System / Information Engineering and Modeling

Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.

2.       Software Requirements Analysis

Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.

3.       Design

Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.

4.       Coding

Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.

5.       Testing / Verification

Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.

6.       Maintenance

Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.

Istilah Makanan Yang Berkaitan Dengan Babi

Istilah Makanan Yang Berkaitan Dengan Babi..
Saat ini sudah banyak produk makanan yang mencantumkan label HALAL di prodaknya sebagai tanda bahwa makanan mereka adalah makanan HALAL  yang tidak mengandung babi. Tapi bagimana dengan
makanan yang tidak mencantumkan label HALAL ??
untuk itu sebagai pembeli yang bijak, kita harus membaca keterangan komposisi yang terdapat pada kemasan makanan. Dan mungkin banyak orang yang tidak tahu bahwa label label yang bertulis 'This product contain substance from porcine. Sebenarnya bermaksud 'Produk ini mengandungi bahan daripada babi. Selain itu, antara label yang kerap digunakan adalah 'The source of gelatin capsule is porcine' yang bermaksud 'Kapsul dari gelatin babi.

Berikut antara istilah sains yang digunakan dalam produk yang mengandungi unsur babi:

1. Pork: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.

2. Swine: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesis babi.

3. Hog: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.

4. Boar: Babi liar.

5. Lard: Lemak babi yang digunakan bagi membuat minyak masak dan sabun.

6. Bacon: Daging hewan yang disalai, termasuk babi.

7. Ham: Daging pada bagian paha babi.

8. Sow: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan).

9. Sow Milk: Susu babi.

10.Pig: Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya bermaksud babi muda, berat kurang daripada 50 kg.

11.Porcine: Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang perobatan untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah sedikti pengetahuan kita..
(Dari berbagai sumber)

basisdata terdstribusi

Arsitektur aplikasi terdistribusi dikembangkan dari konsep multitier client/server. Jika multitier client/server fokus pada pemisahan business logic dengan data access, sistem terdistribusi memodelkan semua fungsionalitas sistem dalam bentuk obyek yang mana suatu obyek dapat memanfaatkan layanan dari obyek lain dalam sistem yang sama atau bahkan layanan obyek dari sistem lain. Arsitektur ini sedikit mengaburkan batasan antara client dan server karena komponen client dapat
membentuk obyek yang berlaku seperti suatu server. Sistem terdistribusi memberikan fleksibilitas dengan adanya pendefinisian komponen antarmuka (interface). Antarmuka dari komponen akan memberikan spesifikasi
kepada komponen lain tentang layanan (services) yang dapat diberikan komponen tersebut serta cara penggunaannya.
Antarmuka mendefinisikan protokol komunikasi antara dua komponen sistem yang terpisah (komponen dapat berupa proses terpisah, obyek terpisah, pengguna dan aplikasi serta berbagai entity lain yang terpisah dan butuh untuk melakukan
komunikasi). Antarmuka menjelaskan layanan yang disediakan oleh suatu komponen serta protokol untuk menggunakan layanan tersebut. Sistem terdistribusi sesungguhnya merupakan sistem multitier client/server dengan jumlah client dan
server dimungkinkan sangat banyak. Salah satu perbedaan penting bahwa sistem terdistribusi biasanya menyediakan layanan tambahan seperti directory services yang memungkinkan komponen dari aplikasi ditemukan oleh lainnya. Layanan lain berupa
transaction monitor services yang memungkinkan komponen untuk melakukan transaksi dengan lainnya.

Keuntungan dan kerugian database terdistribusi

Keuntungan sistem database terdistribusi adalah :
1. Pengelolaan secara transparan data terdistribusi dan replicated.
a. Mengurangi ketergantungan data
b. Transparansi jaringan
c. Transparansi replikasid. Transparansi fragmentasi
2. Mengacu pada struktur organisasi
3. Meningkatkan kemampuan untuk share dan otonomi local
4. Meningkatkan ketersediaan data
5. Meningkatkan kehandalan
6. Meningkatkan unjuk kerja
7. Memudahkan pengembangan system
Kelemahan system database terdistribusi adalah :
1. Kompleksitas manajemen
2. Control integritas lebih sulit
3. Biaya pengembangan
4. Keamanan
5. Kurang standarisasi
6. Menambahkan kebutuhan penyimpanan
7. Lebih sulit dalam mengatur lingkungan data
8. Menambah biaya pelatihan.

SDLC (Systems Development Life Cycle)

SDLC
(Systems Development Life Cycle ) siklus hidup pengembangan sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi.
Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak.

Pengembangan Sistem dan Life Cycle (SDLC) adalah proses yang digunakan oleh analis sistem untukmengembangkan sistem informasi, termasuk persyaratan, validasi, pelatihan, dan pengguna (stakeholder) kepemilikan. Setiap SDLC harus menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, mencapai penyelesaian dalam waktu dan perkiraan biaya, bekerja secara efektif dan efisien di saat ini dan direncanakan Teknologi Informasi infrastruktur, dan murah untuk mempertahankan dan biaya-efektif untuk meningkatkan.  Sistem komputer yang sangat rumit dan sering (terutama dengan kenaikan baru-baru ini Berorientasi Layanan Arsitektur link beberapa sistem tradisional berpotensi dipasok oleh vendor perangkat lunak yang berbeda.
Dalam manajemen proyek dapat didefinisikan baik dengan siklus hidup proyek (PLC) dan SDLC, selama kegiatan sedikit berbeda terjadi. Menurut Taylor (2004) “siklus hidup proyek mencakup semua kegiatan proyek , sedangkan pengembangan sistem siklus hidup berfokus pada produk menyadari persyaratan.

Tahapan-tahapan SDLC ini dapat ditandai dan dibagi dengan cara yang berbeda, termasuk yang berikut :
1. perencanaan proyek, studi kelayakan: Menetapkan suatu tingkat tinggi melihat proyek dimaksud dan menentukan tujuannya.
2. Analisis sistem, persyaratan definisi: tujuan proyek memurnikan menjadi fungsi didefinisikan dan operasi dari aplikasi dimaksud. Menganalisa pengguna akhir informasi yang dibutuhkan.
3. Sistem desain: Menjelaskan fitur yang diinginkan dan operasi secara rinci, termasuk tata letak layar, aturan bisnis, diagram proses, pseudo dan dokumentasi lainnya.
4. Pelaksanaan: Kode nyata yang tertulis di sini.
5. Integrasi dan pengujian: Membawa seluruh potongan ke lingkungan pengujian khusus, kemudian memeriksa kesalahan, bug dan interoperabilitas.
6. Penerimaan, instalasi, penyebaran: Tahap akhir pembangunan awal, di mana perangkat lunak yang dimasukkan ke dalam produksi dan menjalankan bisnis yang sebenarnya.
7. Pemeliharaan: Apa yang terjadi selama sisa hidup perangkat lunak: perubahan, koreksi, penambahan, pindah ke platform komputasi yang berbeda dan lebih. Langkah ini, yang paling glamor dan mungkin paling penting dari semua, terus tampaknya selamanya.

teknologi tercanggih saat ini

1. Quantum Teleporter
Q-Teleportation telah berhasil pada objek yang lebih kecil berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. “Kami bisa melakukan ekesperimen quantum teleportation untuk pertama kalinya di luar laboratorium universitas,” kata Rupert Ursin, peneliti Institute if Experimental Physics, Universitas Vienna, Austria. Pada Q-Teleportation, quantum pada objek dihancurkan dan dibuat kembali. Oleh karena itu, Q-Teleportation tidak bisa memindahkan benda hidup maupun mati secara keseluruhan fisik. Alat ini “menciptakan” replika benda sebelumnya pada posisi di tempat lain dan benda sebelumnya akan “menghilang” selama replikanya diciptakan.sumber: National Geographic.
2. 360ยบ 3-D Holographic Displays
ZCam™ merupakan kamera video yang bisa merekam informasi hingga ke dalam bagian objek (yang biasa digunakan untuk membuat model 3D) video dan kemudian diproduksi oleh 3DV Systems. Teknologi ini berbasiskan prinsip “Time of Flight”. Pada teknik ini, data ukuran 3D didapatkan dengan cara mengirim gelombang infra merah ke dalam scene video dan mendeteksi cahaya yang direfleksikan oleh permukaan objek pada scene video. Dengan menggunakan variabel waktu yang ditempuh oleh gelombang infra merah untuk mencapai objek target dan saat kembali, jarak bisa dihitung dan kemudian digunakan untuk membuat informasi 3D dari semua objek pada scene.
3. Lightsaber (Pedang Laser)
Yang kita ketahui, pedang ini hanyalah hasil “karya: pada film-film sains fiksi belaka!! Lightsaber terdiri dari logam dan mata pedang berupa plasma sepanjang 1 meter. Lightsaber ini bisa memotong objek tanpa perlawanan sedikitpun. Bisa meninggalkan luka bakar pada kulit manusia. Tapi pedang ini bisa ditangkis, namun dengan pedang lightsaber pula, bisa juga ditangkis dengan perisai.
4. JetPack
Jetpack, juga termasuk alat yang banyak kita temukan di film sains fiksi, yang mana alat ini menggunakan jet yang melepaskan gas (bisa juga air) dan kemudian “menerbangkan” penggunanya. TAM adalah perusahaan pertama dan satu-satunya di dunia yang memproduksi paket lengkap kostum yang didesain oleh Rocket Belt menggunakan mutakhir dan juga material aerospace dengan mesin penyulingan khusus untuk memproduksi bahan bakar Hidrogen Peroksida jet anda.
5. Military exoskeleton prototype
Military exoskeleton merupakan sejenis rangka luar bertenaga hidrolik yang dipasang pada militer dan bisa mengangkat hingga 100 kg benda untuk jangka waktu yang lama dan bisa sambil mengelilingi suatu area pula. Desainnya yang fleksibel memungkinkan pengguna untuk berjongkok, bergerak pelan dan “mengangkat” ke atas. Tidak ada joystick maupun mekanisme kontrol lainnya. Kontrolnya menggunakan indra manusia.
6. Flying Car
“Mobil terbang” ini disebut “The Highway in the Sky”. Jika tiap waktu agan terjebak macet, maka dengan menggunakan flying car ini agan bisa berputar dan menukik di angkasa agar bisa sampai di tujuan dengan cepat.
7. Flying Saucer
Ini adalah model kendaraan udara tak berawak dengan bentuk cawan (mirip pesawat UFO uy) yang dibuat oleh sebuah perusahaan di Inggris bernama Aesir.
8. Virtual Goggles
Teknologi telah membawa dunia virtual ke dalam komputer kita sejak lama. Tapi, dunia virtual tersbut sekarang bisa disaksikan di rumah kita. Sebuah ekseprimen yang telah dilakukan selama beberapa dekade, sekarang telah menjadi kenyataan.
Pada gambar di atas, wanita tsb sedang menggunakan device berteknologi virtual bernama iWear VR920 dari perusahaan Icuiti. Alat tsb bisa berfungsi sebagai output video juga sebagai gaming console.

13 Resiko Fatal Penggunan Ponsel

Banyak yang gak sadar klo ternyata penggunaan ponsel dapat mendatangkan bahaya bagi pemakainnya. berikut ada 13 dampak yang disebabkan oleh penggunaan ponsel.

1. Risiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel.
2. Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi ponsel juga berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).

3. Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen.
4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker.
5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.
6. Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.
7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.
8. Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran.
9. Akibat pemakaian ponsel yang berlebihan, frekuensi radio yang digunakan (900 MHz, 1800 MHz and 2450 MHz) dapat meningkatkan temperatur di lapisan mata sehingga memicu kerusakan kornea.
10. Emisi dan radiasi ponsel bisa menurunkan kekebalan tubuh karena mengurangi produksi melatonin. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan persendian serta memicu rematik.
11. Risiko kanker di kelenjar air ludah meningkat akibat penggunaan ponsel secara berlebihan.
12. Medan magnetik di sekitar ponsel yang menyala bisa memicu kerusakan sistem syaraf yang berdampak pada gangguan tidur. Dalam jangka panjang kerusakan itu dapat mempercepat kepikunan.
13. Medan elektromagnetik di sekitar BTS juga berdampak pada lingkungan hidup. Burung dan lebah menjadi sering mengalami disorientasi atau kehilangan arah sehingga mudah stres karena tidak bisa menemukan arah pulang menuju ke sarang.

DIAGRAM PIECES (Sistem Analisis)

Pengertian PIECES (Sistem Analisis)
Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis terhadap kinerja, informasi, ekonomi, pengendalian, efisiensi, dan pelayanan. Panduan ini dikenal dengan analisis PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service). Analisis dilakukan pada sistem informasi lama yang berupa hard copy seperti brosur apabila band tersebut akan mengadakan pentas. Dari analisis ini biasanya didapatkan beberapa masalah dan akhirnya dapat ditemukan masalah utamanya.
Untuk lebih jelasnya agi mengenai PIECES, di bawah ini akan dijelaskan mengenai pengertian dari masing – masing komponen PIECES.

1. Analisis Kinerja Sistem ( Performance )
Kinerja adalah suatu kemampuan sistem dalam menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan waktu yang digunakan untuk menyesuaikan perpindahan pekerjaan (response time).
2. Analisis Informasi ( Information )
Informasi merupakan hal penting karena dengan informasi tersebut pihak manajemen (marketing) dan user dapat melakukan langkah selanjutnya. Apabila kemampuan sistem informasi baik, maka user akan mendapatkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Analisis Ekonomi ( Economy )
Pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat. Saat ini banyak perusahaan dan manajemen mulai menerapkan paperless system (meminimalkan penggunaan kertas) dalam rangka penghematan. Oleh karena itu dilihat dari penggunaan bahan kertas yang berlebihan dan biaya iklan di media cetak untuk media publikasi, sistem ini dinilai kurang ekonomis.
4. Analisis Pengendalian ( Control )
Analisis ini digunakan untuk membandingkan sistem yang dianalisa berdasarkan pada segi ketepatan waktu, kemudahan akses, dan ketelitian data yang diproses.
5. Analisis Efisiensi ( Efficiency )
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber tersebut dapat digunakan secara optimal. Operasi pada suatu perusahaan dikatakan efisien atau tidak biasanya didasarkan pada tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan.
6. Analisis Pelayanan ( Service )
Peningkatan pelayanan memperlihatkan kategori yang beragam. Proyek yang dipilih merupakan peningkatan pelayanan yang lebih baik bagi manajemen (marketing), user dan bagian lain yang merupakan simbol kualitas dari suatu sistem informasi.

cat untuk interior atau eksterior

Apa perbedaan cat untuk interior ataupun eksterior? Cat untuk eksterior (bagian luar rumah) digunakan sebagai perlindungan terhadap hujan dan sinar matahari, sedangkan cat interior (bagian dalam rumah) lebih menonjolkan aspek estetikanya.

Jadi, cat interior jelas tidak bisa digunakan untuk eksterior. Sebaliknya, cat eksterior bisa digunakan untuk interior, tetapi harganya akan menjadi mahal.
Cat interior dapat dilihat dari kehalusan penampilan lapisan cat dan warnanya. Juga jenis cat tertentu mudah dibersihkan kalau ada noda/kotoran, agar memudahkan perawatan, dilihat dari tingkat kilapnya, biasanya cat tembok berbahan dasar air dapat dibedakan menjadi 2 yaitu doff dan almost kilap.
Yang juga penting, bebas dari kandungan logam berat misalnya : lead (Pb), cadmium (Cd), chromium (Cr) dan merkuri (Hg).


Sedangkan cat eksterior, di samping memberi aspek estetika pada tembok dan bebas dari kandungan logam berat, juga berfungsi melindungi dinding tembok dari cuaca.
Dinding tembok dengan terpaan sinar matahari, hujan, and perubahan suhu akibat perubahan cuaca membuat dinding luar cepat mengalami kerusakan seperti dinding retak-retak.
Itu perlunya cat yang tahan terhadap cuaca agar tidak mudah rusak. Kerusakan dinding menyebabkan rembesan air pada saat musim hujan ke dinding dalam. Biasanya menimbulkan flek-flek pada dinding dalam.
Di samping itu cat eksterior jenis tertentu dapat menutupi terjadinya retak rambut pada tembok.


Beberapa jenis cat eksterior mengusung keunggulan tersendiri. Harga yang diusung bervariasi.
Bicara soal cat, terutama untuk dinding eksterior hunian, bukan berkaitan dengan soal warna saja. Pasalnya, eksterior inilah yang selalu kena dampak langsung perubahan  cuaca. Jangan kaget bila Anda menjumpai dinding eksterior mengelupas, atau warnanya cepat pudar. Nah, berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini beberapa produk cat eksterior yang layak Anda ketahui keunggulannya. 


1. Weathershield Pro-Exterior
Cat ini 100% berbahan acrylic. Bahan ini mampu mencegah efek negatif perubahan cuaca. Hanya saja, dalam penggunaannya, harus diikuti dengan cara  yang tepat. Seperti: dinding harus kering dan bebas debu-kotoran. Setelah itu, baru pengecatan bisa digelar. Dengan pengerjaan yang tepat, masalah retak rambut, cat terkelupas, dinding lembap, atau warna pudar, bisa diminimalkan.
Keunggulan lain dari cat itu:  memiliki teknologi colour lock untuk mencegah warna dinding luar rumah tidak cepat pudar akibat sinar ultraviolet. Begitu juga dengan dirt guard-nya nan cekatan mencegah kotoran tiada lekat di dinding, juga membuat kotoran mudah tersapu air di musim hujan. Dan yang ketiga: fungus guard yang melindungi dari serangan jamur-lumut selama lima tahun.
.
2. Elastomeric Wall Coating
Cat ini digunakan untuk melapisi retak-retak rambut di dinding eksterior. Cat ini 100% berbahan acrylic dan sangat elastis. 


Hal Penting dalam Memilih Cat Eksterior:
1. Untuk eksterior, pemilihan warna cat mesti mencermati lingkungan sekitar. Di sini, apakah warna cat tersebut ingin disamakan dengan ambience lingkungan, atau berbeda?
2. Sesuaikan warna cat eksterior dengan style hunian. Misal, untuk style modern minimalis, perlu warna yang mendukung sehingga style itu terlihat kuat, antara lain abu-abu dan krem muda.  
3. Terkait iklim tropis Indonesia, gunakan cat eksterior yang anti-jamur dan tahan perubahan cuaca.
4. Warna cat eksterior juga bisa ditentukan selera karena hunian, pada hakikatnya, area pribadi. Namun, itu mesti memertimbangkan komposisi warna. Misal: warna favorit hijau bisa ditempatkan hanya di area tertentu seperti pintu masuk dan dinding masuk.
5. Warna eksterior bisa dikombinasikan dengan material lain seperti batu alam  dan bata akses. 

Jenis Koperasi

  1. A.    Jenis koperasi berdasarkan fungsinya :
    1. Koperasi Konsumsi
    2. Koperasi Jasa
    3. Koperasi Produksi
  1. Koperasi Konsumsi
Koperasi ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan umum sehari-hari para anggotanya. Yang pasti barang kebutuhan yang dijual di koperasi harus lebih murah dibantingkan di tempat lain, karena koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya.
  1. Koperasi Jasa
Fungsinya adalah untuk memberikan jasa keuangan dalam bentuk pinjaman kepada para anggotanya. Tentu bunga yang dipatok harus lebih renda dari tempat meminjam uang yang lain.
  1. Koperasi Produksi
Bidang usahanya adalah membantu penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, membantu memproduksi jenis barang tertentu serta membantu menjual dan memasarkannya hasil produksi tersebut. Sebaiknya anggotanya terdiri atas unit produksi yang sejenis. Semakin banyak jumlah penyediaan barang maupun penjualan barang maka semakin kuat daya tawar terhadap suplier dan pembeli.
  1. B.     Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja
    1. Koperasi Primer
    2. Koperasi Sekunder
  1. Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.
  1. Koperasi Sekunder
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer.

Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :
  1. koperasi pusat – adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
b. gabungan koperasi – adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
c. induk koperasi – adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi
  1. C.    Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya
    1. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
    2. Koperasi Serba Usaha (KSU)
    3. Koperasi Konsumsi
    4. Koperasi Produksi
  1. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”
  1. Koperasi Serba Usaha (KSU)
adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel.
  1. Koperasi Konsumsi
adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga.
  1. Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama. Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.
  1. D.    Koperasi berdasarkan keanggotaannya
    1. Koperasi Unit Desa (KUD)
    2. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
  1. Koperasi Unit Desa (KUD)
adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan.. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman, benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan teknis pertanian.
  1. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan kesejateraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup departemen atau instansi.
  1. Koperasi Sekolah
Koperasi Sekolah memiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kejujuran.
  1. B.  BENTUK – BENTUK KOPERASI
Dalam pasal 15 UU No. 12 Tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan bahwa koperasi dapat berbentuk koperasi primer atau koperasi sekunder. Dalam penjelasan pasal 15 UU No. 12 Tahun 1992 disebutkan bahwa pengertian koperasi sekunder meliputi semua koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi primer dan atau koperasi sekunder, berdasarkan kesamaan kepentingan dan tujuan efisiensi, baik koperasi sejenis maupun berbeda jenis atau tingkatan. Koperasi sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya tiga koperasi yang berbadan hukum baik primer maupun sekunder. Koperasi sekunder didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan mengembangkan kemampuan koperasi primer dalam menjalankan peran dan fungsinya. Oleh sebab itu, pendirian koperasi sekunder harus didasarkan pada kelayakan untuk mencapai tujuan tersebut. Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang seorang dengan jumlah anggota minimal 20 orang, yang mempunyai aktivitas, kepentingan, tujuan, dan kebutuhan ekonomi yang sama. Koperasi primer memiliki otonomi untuk mengatur sendiri jenjang tingkatan, nama, dan norma-norma yang mengatur kehidupan koperasi sekundernya.
Dalam pasal 24 ayat 4 UU No. 25 Tahun 1992 disebutkan bahwa hak suara dalam koperasi sekunder dapat diatur dalam anggaran dasar dengan mempertimbangkan jumlah anggota dan jasa usaha koperasi anggota secara seimbang. Dengan demikian, di dalam koperasi sekunder tidak berlaku prinsip satu anggota satu suara, tetapi berlaku prinsip hak suara berimbang menurut jumlah anggota dan jasa usaha koperasi anggotanya. Prinsip ini dianut karena kelahiran koperasi sekunder merupakan konsekuensi dari asas subsidiary, yaitu adanya pertimbangan ada hal-hal yang tidak mampu dan atau tidak efisien apabila diselenggarakan sendiri oleh koperasi primer. Keberadaan koperasi sekunder berfungsi untuk mendukung peningkatan peran dan fungsi koperasi primer. Oleh sebab itu, semakin banyak jumlah anggota koperasi primer, semakin besar pula partisipasi dan keterlibatannya dalam koperasi sekunder. Kedua hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengatur perimbangan hak suara.
Dalam membentuk koperasi pasti dibutuhkan sumber-sumber modal seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan kegiatan usahanya koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi terdiri atas Modal Sendiri dan Modal Pinjaman. Modal Sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut :
  1. Simpanan Pokok
adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.
  1. Simpanan Wajib
adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
  1. Dana Cadangan
cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
  1. Hibah
    adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat. Modal Pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut :
  2. Anggota dan calon anggota
  3. Koperasi lainnya dan atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi
  4. Bank dan lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku
  5. Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  6. Sumber lain yang sah

Tips Ikut Demo Menolak Kenaikan Harga BBM

Nie buat yang hobi berdemo biar demonya sukses n gak buat orang pada bete


1. Jgn lupa baca Bismillah sebelum berangkat bagi yg muslim. Atau berdoa menurut kepercayaan masing2.

2. Pastikan demo yg akan kamu ikuti adalah demo penolakan kenaikan harga BBM. Ga lucu aja kalo ternyata demo yg kamu ikuti adalah demo menolak kenaikan harga diri apalagi demo masak.

3. Kamu harus paham dulu apa itu BBM. Gue kasih tau deh, BBM itu adalah Bahan Bakar Minyak, bukan BlackBarry Mesangger ya, catet itu!

4. Mantapkan niat kamu, bahwa demo ini untuk kepentingan rakyat. Bukan untuk mencari makan siang gratisan jatah nasi bungkus. Atau untuk bisa kenalan sama polisi ganteng yg menjaga demo.

5. Jgn lupa mandi, gosok gigi serta pake deodorant. Soalnya ketika lagi seru2nya demo trus badanmu bau bangke, serta nafas naga yg keluar dari mulut, kemungkinan besar justru elo-nya yg didemo habis2an sama teman2 seperjuangan.

6. Meskipun ini cuma acara demo, tapi kegantengan musti tetap terjaga Bay. Siapa tau wajah ganteng lo ga sengaja kesyuting wartawan tipi yg meliput aksi demo. Kan bangga tuh orang tua lo di kampung liat anaknya masuk tipi. Dengan tetap menjaga penampilan, lo juga bisa menarik perhatian lawan jenis, bisa aja kan ketemu jodoh di lokasi demo? Eeaaa.. Pokoknya praktekin peribahasa 'sambil menyelam nyari putri duyung' gitu.

7. Walaupun penampilan musti tetap oke, bukan berarti kamu harus dandan habis2an ke salon, make up tebel, rambut disasak tinggi, pake konde, pake kebaya, dandan harujuku, korean style dan laen2. Ini demo Bay, bukan audisi Indonesian Idol!

8. Bawa atribut2 demo yg masuk di akal. Jgn mentang2 kamu penggemar paling berat Kangen Band, lantas kamu membawa bendera Kangen Band ke lokasi demo.

9. Bawa bekal sendiri dari rumah, sebab menurut pengalaman gue selama berkarir di dunia demontrasi, untuk demo menolak kenaikan harga BBM biasanya panitia ga menyediakan makanan. Beda sama demo menolak kenaikan pejabat hasil pilkada, demo model begini sering ada sponsornya.

10. Tetap fokus selama demo berlangsung, jangan sampai saat peserta demo lain meneriakan orasi, kamu malah meneriakan nama mantanmu..

11. Jgn lupa untuk sering2 update status, biar banyak yg tau kondisi terakhir di lokasi demo. Misalnya:
- panas beud si, nyesel w ikut demo..
- item deh kulit w, pulang ja deh nonton spongebob..
- m4m4... kEp4l4 4dEk d1pUkUl p4k pOl1s1, c4k1dd...
- Aduh cyin, polisinya ganteng2, kalo gini mau deh eikeh demo tiap hari.